Perkembangan Kasus Covid-19 di Kazakhstan

Perkembangan Kasus Covid-19 di Kazakhstan

PRESS RELEASE
 
Perkembangan Kasus Covid-19 di Kazakhstan
 
1. Pada hari ini, 13 Maret 2020 Menteri Kesehatan Republik Kazakhstan, Yelzhan Birtanov, telah menyampaikan konfirmasi adanya dua orang (1 pria dan 1 wanita) warga Kazakhstan di kota Almaty yang dinyatakan positif      terjangkit Covid-19, dan kedua pengidap covid-19 tersebut saat ini tengah diisolasi di rumah sakit di Almaty. Disebutkan bahwa kedua warga Kazakhstan di Almaty itu baru tiba dari Jerman dan itu merupakan kasus Covid-19 pertama di Kazakhstan.
 
2. Sebagaimana pengumuman sebelumnya, dalam hal terdeteksi adanya warga yang terjangkit Convid-19 di Kazakhstan, Pemerintah akan memberlakukan "Plan B" yang meliputi kebijakan meliburkan semua lembaga    pendidikan, membatalkan semua pertemuan termasuk seminar, konferensi, sidang-sidang internasional, dan mewajibkan pasien yang terjangkit Covid-19 untuk diisolasi dan melarang kontak langsung dengan orang lain. Saat ini, sebagian sekolah dan universitas telah diliburkan dan sebagian melakukan belajar mengajar secara online (daring).
 
3. Sejak dimutakhirkannya kebijakan tahap ke-4 Pemerintah Kazakhstan tentang pencegahan menjalarnya wabah Covid-19 ke Kazakhstan yang mulai berlaku 1 Maret 2020, Pemerintah mengeluarkan pemutakhiran data kembali per hari ini, 13 Maret 2020 sebagai berikut:
  1. Kategori I. A.: meliputi RRT, Iran, Korea Selatan, dan Italia.
           Kedatangan dari negara-negara tersebut wajib dikarantina 14 hari di tempat isolasi yang diseiapkan oleh pemerintah daerah di Kazakhstan
           Pemerintah juga telah mengeluarkan larangan kedatangan orang asing dari Italia, RRT, Korea Selatan dan Iran.

           Kategori I.B.: meliputi Perancis, Jerman dan Spanyol
           Kedatangan dari negara-negara tersebut wajib diisolasi di rumah/tempat tinggal yang bersangkutan atau di rumah sakit yang dirujuk di Kazakhstan (dilarang mengunjungi tempat-tempat keramaian umum).
           Selain itu, mereka juga akan dimonitor sepanjang hari oleh petugas kesehatan melalui telepon. Apabila terdapat gejala demam/batuk wajib memberitahukan kepada petugas klinik tersebut.
           Selama isolasi di rumah, yang bersangkutan dilarang menerima kedatangan orang lain untuk mncegah menjalarnya virus, termasuk sanak saudara dan teman.
  1. Kategori II meliputi Swiss, Inggris dan Belanda.
           Semua pendatang dari negara-negara tersebut aka dimonitor oleh petugas kesehatan setiap hari selama 14 hari berturut-turut sejak masuknya yang bersangkutan ke Kazakhstan.
  1. Kategori III meliputi Belgia, Swedia, Norwegia, India, Irak, Filipina dan AS.
          Semua pendatang dari negara-negara tersebut akan dilakukan pendaftaran tersendiri untuk profil kesehatannya.
 
4. Menurut Layanan Perbatasan Komite Keamanan Nasional Republik Kazakhstan, dari 1 Februari hingga 4 Maret 2020 sebanyak 1.736.462 orang memasuki Kazakhstan dari berbagai negara melalui pos pemeriksaan perbatasan, termasuk 992.623 orang dari negara-negara EAEU (Euro Asian Economic Union). Mulai 6 Januari sampai 5 Maret 2020, sebanyak 33.124 orang tiba di Kazakhstan melalui pos pemeriksaan perbatasan negara dengan China.
 
5. Sejauh ini, Indonesia tidak masuk dalam ketiga kategori dimaksud. Namun, mengingat belum ada penerbangan langsung antara kedua negara, semua pengunjung dipastikan transit via negara ketiga. Untuk itu, guna menghindari tindakan karantina dan pemeriksaan kesehatan setiap hari di tempat tinggal di Kazakhstan, apabila hendak berkunjung ke Kazakhstan perlu dipastikan penebangan dari Indonesia transit di negara yang tidak masuk dalam ketiga kategori dimaksud.
 
6. KBRI Nur-Sultan senantiasa meng-update informasi perkembangan isu covid-19 dan kebijakan Pemerintah Kazakhstan dan dalam Tajikistan terkait hal tersebut kepada WNI di Kazakhstan dan Tajikistan serta calon delegasi Indonesia yang akan berkunjung ke Kazakhstan dan Tajikistan, termasuk melalui website KBRI Nur Sultan dan grup whatsapp.


                                                                                                                                                                                                                                                                                      Nur Sultan, 13 Maret 2020.