Breaking News

Dorong Diplomasi Ekonomi RI Dubes RI Nur-Sultan Bertemu dengan Dexa dan GMF

Dorong Diplomasi Ekonomi RI Dubes RI Nur-Sultan Bertemu dengan Dexa dan GMF

Dorong Diplomasi Ekonomi RI Dubes RI Nur-Sultan Bertemu dengan Dexa dan GMF
Jakarta, Indonesia (16/01), Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Rahmat Pramono, bertemu dengan Dexa Medica dan Garuda Maintenance Facility (GMF) untuk mendorong kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Kazakhstan.
Pertemuan dengan Dexa Medica di Titan Centre, Bintaro, membahas mengenai peluang ekspor produk obat-obatan dan suplemen kesehatan ke Kazakhstan. Kunjungan ke Dexa Medica ini merupakan follow up atas feasibility study yang telah dilakukan oleh Dexa Medica Desember lalu di Nur-Sultan dan Almaty. Dexa Medica berencana akan melakukan investasi dalam bentuk Joint Venture dengan perusahaan Kazakhstan Dolcepharm.
Kazakstan dapat menjadi pasar utama sekaligus pintu masuk produk obat-obatan di kawasan Asia Tengah. Nilai pasar obat-obatan di Kazakhstan mencapai USD 2 miliar dengan penduduk 18 juta jiwa, sementara Indonesia diperkirakan mempunyai nilai pasar obat-obatan sebesar USD 6 miliar dengan jumlah penduduk lebih besar yaitu 265 juta jiwa.
Sementara itu, untuk mempertajam diplomasi industri strategis nasional, Dubes RI Nur-Sultan bertemu dengan GMF untuk menjajaki lebih lanjut peluang kerja sama perawatan pesawat terbang bagi pesawat milik Kazakhstan, pelatihan dan training bagi teknisi, dan penjualan spare-parts pesawat di Kazakhstan. Pada kunjungan ke GMF, Dubes RI Nur-Sultan juga meninjau hangar milik GMF yang digunakan untuk perawatan pesawat terbang.
Fasilitas perawatan GMF terdiri dari 4 hangar yang mempunyai kapasitas merawat 270-300 pesawat. Saat ini, GMF sedang melakukan perawatan pesawat dari beberapa negara, Vietnam, Irak, dan Perancis. GMF mempunyai kapasitas untuk perawatan pesawat militer juga (C295) walaupun dengan spesifikasi berbeda.